Posted by
Nuzul abdi
| Posted on
21.24

Apa maumu?
Apa mauku
S’lalu saja menjadi satu masalah yang tak kunjung henti
Bukan maksudku
Bukan maksudmu
Untuk selalu meributkan hal yang itu-itu saja
Posted by
Nuzul abdi
| Posted on
23.30
1. China
Pemerintah Indonesia dan China akan menetapkan tahun 2010 sebagai tahun
persahabatan bagi Indonesia dan China. Hal ini ditandai dengan berlakunya
perjanjian kerjasama perdagangan bebas atau yang dikenal CAFTA antara kedua
negara ini. Langkah ini dilakukan setelah pada tingkat regional, ASEAN telah
menandatangani kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China yang akan dilaksanakan
pada tahun 2010 ini.
Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atas persetujuan
perjanjian perdagangan bebas tersebut, terutama dari kesiapan kalangan
industri-industri dalam negeri kita, serta faktor-faktor pendukung dalam
meningkatkan daya saing terhadap produk-produk China. Kemudian apakah China
merupakan negara yang tepat dalam menjalin kerjasama dalam perdagangan bebas
tersebut? Hal ini lah yang menjadi perhatian kalangan para industri.
Seperti telah kita ketahui dalam praktiknya, pasar China hanya menyumbang
sedikit dari rata-rata pendapatan perusahaan-perusahaan multinasional yang
beroperasi di negara itu. Pasar China hanya menyumbang kurang dari 2 persen
dari penjualan peruahaan sekaliber Pfizer, Astra-Zeneca, dan Bayer. Contoh
lain, Procter and Gamble (P&G), salah satu perusahaan manufaktur
multinasional raksasa yang hanya mendapatkan kurang dari 5 persen dari total
pendapatannya dipasar China (The Economist, 17 Oktober 2009). Praktik proteksionisme
tetap terjadi di RRC, bahkan pasca tergabungnya negara itu dalam rezim
perdagangan bebas WTO pada tahun 2001.
Sampai dengan 2007, nilai impor Indonesia terhadap RRC telah mencapai 8,5
miliar dollar Amerika Serikat. Angka ini menempati urutan kedua dalam daftar
Negara importer ke Indonesia. Peringkat pertama ditempati Singapura dengan
nilai sebesar 9,8 miliar dollar AS, sedangkan RRC hanya menjadi tujuan terbesar
keempat dalam ekspor Indonesia setelah Jepang, AS, dan Uni Eropa.
Posted by
Nuzul abdi
| Posted on
01.23
1. Paul Gascoigne .

Saat berlangsungnya Euro 1996 di Inggris, wartawan sempat memergoki
Gascoigne pesta miras bersama Teddy Sheringham. Nah, ketika Gazza-sapaan
akrab Gascoigne berhasil mencetak gol ke gawang Skotlandia, dia dan
Sheringham melakukan selebrasi bak seorang pemabuk.
2. Eric Cantona.

Publik tak akan pernah melupakan gol brilian Eric Cantona ke gawang
Sunderland pada musim 1996-1997 lalu. Setelah melewati tiga pemain
belakang, dia langsung men-chip bola masuk ke mulut gawang. Begitu bola
menembus gawang, Cantona hanya diam terpaku.